aku tidak percaya dengan ‘hari baik’. kebaikan itu melintasi waktu. tidak mengenal hari, jam, menit, detik. tidak hanya akrab dengan bilangan waktu tertentu: bulan, tahun, dasawarsa, dekade, abad, milenium. bahkan waktu lah yang melintasi kebaikan: kita, yang punya pengertian-pengertian atas waktu, memaknainya dengan kebaikan-kebaikan yang kita ukur sendiri. disini, sikap percaya kita akan ‘hari baik’ bukan sebagai sikap pasif atas nasib yang akan menemui kita. tapi kitalah yang menemui nasib itu: yang baik akan datang jika kita sengaja mendatangkannya.
Saya sengaja mendatangi halaman-halaman itu: koran Kompas di hari Sabtu. secermat mungkin saya jelajah isi halaman iklan di hari itu. harapan saya: ada tempat yang lowong bagi masa depan saya yang belum sempat terisi dengan kemungkinan nasib yang baik. saya jadi orang yang paling jeli membaca iklan: halaman yang kebanyakan orang lebih sering mentakacuhkan. saya tidak hendak mentakacuhkannya, yang berarti tidak peduli dengan nasib saya sendiri. sebagai jembatan nasib, saya jadi pembaca setia iklan Kompas di hari itu, bersabtu-sabtu. entah sudah berapa bulan Sabtu-sabtu itu saya lewati.
sore tadi, saya sempat kuwalahan. entah mengapa saya dibuat kelabakan oleh koran Kompas hari Sabtu. pasalnya, aku sudah membaca teliti beberapa kolom lowongan. ada yang sesuai dengan kualifikasi saya. saya membaca cermat-cermat: staf HRD dan instruktur/fasilitator/pelatih. saya berniat mengirim email atau surat lamaran ke beberapa tempat kerja yang meyiarkan lowongan di hari itu. namun, dalam kejadian yang sebenarnya sudah saya prediksi, Klasika Kompas yang sudah saya sisihkan dari tumpukan koran itu mendadak raib. tak ada jejak siapa yang memindahkan atau mengambil dari tempat semula–yang dengan rapi saya sembunyikan. saya memprediksi koran itu akan dipindahkan oleh tangan lain. maklum, saat ini saya bertinggal di tempat milik orang ramai, dimana banyak tangan yang akan menjamah koran itu. entah mengapa saya terlalu menggantung tinggi pada iklan itu. seakan nasib saya sudah berada di genggaman perusahaan/lembaga yang mengiklankan lowongannya di koran itu, di hari Sabtu.
saya khawatir pada diri saya sendiri, bahwa saya akan menggantungkan pada Sabtu. saya khawatir dengan tanpa sengaja memercayai bahwa nasib baik akan datang seiring dengan datangnya koran itu di hari Sabtu. yang berarti saya sedang menghalang-halangi kebaikan yang akan datang pada waktu yang lain di tempat yang tidak biasa saya pijaki. semoga tidak berlebihan.